ALIRAN-ALIRAN
FILSAFAT
|
|
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT
Aliran-aliran filsafat, antara lain :
1. Idealisme
Aliran ini mengajarkan bahwa yang menentukan
kehidupan manusia adalah ide atau spirit.
Karena subyek manusia menyadari atas
adanya realitas diri dan alam semesta, yang kesemuanya bersumber pada kesadaran
akal budi (ide, spirit, roh). Aliran inni berusaha menunjukkan agar manusia
dapat memahami materi atau tatanan kejadian yang dapat dalam ruang dan waktu
sampai pada hakikatnya yang terdalam, dengan menyadari adanya jiwa atau roh
yang menyertainya dan yang dalam hubungan tertentu mendasari hal-hal tersebut.
2. Materialisme
Aliran ini berpandangan bahwa hakikat realitas
semesta (termasuk makhluk hidup) adalah materi. Jadi semua realitas ditentukan
oleh materi, karena ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya yang bersifat
material, tidak tergantung kepada ide atau gagasan. Dengan demikian, aliran ini
menolak hal-hal yang tidak kelihatan, hal-hal yang hanya bersifat spirit,
gagasan dan sejenisnya.
3. Dualisme
Dualisme (dualism) berasal dari kata Latin yaitu duo
(dua). Dualisme adalah ajaran yang menyatakan realitas itu terdiri dari dua
substansi yang berlainan dan bertolak belakang. Masing-masing substansi
bersifat unik dan tidak dapat direduksi, misalnya substansi adi kodrati dengan
kodrati, Tuhan dengan alam semesta, roh dengan materi, jiwa dengan badan dll. Ada pula yang mengatakan
bahwa dualisme adalah ajaran yang menggabungkan antara idealisme dan
materialisme, dengan mengatakan bahwa alam wujud ini terdiri dari dua hakikat
sebagai sumber yaitu hakikat materi dan ruhani.
Dapat dikatakan pula bahwa dualisme adalah paham
yang memiliki ajaran bahwa segala sesuatu yang ada, bersumber dari dua hakikat
atau substansi yang berdiri sendiri-sendiri. Orang yang pertama kali
menggunakan konsep dualisme adalah Thomas Hyde (1700), yang mengungkapkan bahwa
antara zat dan kesadaran (pikiran) yang berbeda secara subtantif. Jadi adanya
segala sesuatu terdiri dari dua hal yaitu zat dan pikiran. Yang termasuk dalam
aliran ini adalah Plato (427-347 SM), yang mengatakan bahwa dunia lahir adalah
dunia pengalaman yang selalu berubah-ubah dan berwarna-warni. Semua itu adalah
bayangan dari dunia idea. Sebagai bayangan, hakikatnya hanya tiruan dari yang
asli yaitu idea. Karenanya maka dunia ini berubah-ubah dan bermacam-macam sebab
hanyalah merupakan tiruan yang tidak sempurna dari idea yang sifatnya bagi
dunia pengalaman. Barang-barang yang ada di dunia ini semua ada contohnya yang
ideal di dunia idea sana
(dunia idea).
4. Empirisme
Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang
sebenarnya adalah yang diterima orang melalui persentuhan indranya dengan dunia
nyata. Pengalamanlah sumber pengetahuan yang sejati. Dengan demikian aliran ini
membuka jalan yang cukup luas bagi skeptisme untuk secara terus menerus
mengamati obyek pengetahuan dengan kecermatan indra. Tentu saja aliran ini
membantah kebenaran yang diperoleh melalui kemampuan rasio, karena bersifat
tidak kongkrit, khayalan, anggapan, yang sebenarnya tidak ada.
5. Pragmatisme
Menurut pandangan aliran ini, nilai akhir dari suatu
ide maupun materi adalah kegunaannya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan
praktis, bukan kepada hal selain itu. Aliran ini tidak peduli terhadap bentuk
dan ujud sesuatu, tetapi pada fungsi dan kegunaan dalam kehidupan manusia
sehari-hari.
6. Humanisme
Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai
jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam
masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis
doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas
manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku
bagi kelompok-kelompok etnis tertentu. Humanisme modern dibagi kepada dua
aliran. Humanisme keagamaan/religi dan Humanisme Sekular.

No comments:
Post a Comment