Sunday, April 27, 2014

aliran aliran filsafat

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT
                                                




ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT



Aliran-aliran filsafat, antara lain :
1.  Idealisme
Aliran ini mengajarkan bahwa yang menentukan kehidupan manusia adalah ide atau spirit.
Karena subyek manusia menyadari atas adanya realitas diri dan alam semesta, yang kesemuanya bersumber pada kesadaran akal budi (ide, spirit, roh). Aliran inni berusaha menunjukkan agar manusia dapat memahami materi atau tatanan kejadian yang dapat dalam ruang dan waktu sampai pada hakikatnya yang terdalam, dengan menyadari adanya jiwa atau roh yang menyertainya dan yang dalam hubungan tertentu mendasari hal-hal tersebut.
2. Materialisme
Aliran ini berpandangan bahwa hakikat realitas semesta (termasuk makhluk hidup) adalah materi. Jadi semua realitas ditentukan oleh materi, karena ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya yang bersifat material, tidak tergantung kepada ide atau gagasan. Dengan demikian, aliran ini menolak hal-hal yang tidak kelihatan, hal-hal yang hanya bersifat spirit, gagasan dan sejenisnya.
3. Dualisme
Dualisme (dualism) berasal dari kata Latin yaitu duo (dua). Dualisme adalah ajaran yang menyatakan realitas itu terdiri dari dua substansi yang berlainan dan bertolak belakang. Masing-masing substansi bersifat unik dan tidak dapat direduksi, misalnya substansi adi kodrati dengan kodrati, Tuhan dengan alam semesta, roh dengan materi, jiwa dengan badan dll. Ada pula yang mengatakan bahwa dualisme adalah ajaran yang menggabungkan antara idealisme dan materialisme, dengan mengatakan bahwa alam wujud ini terdiri dari dua hakikat sebagai sumber yaitu hakikat materi dan ruhani.
Dapat dikatakan pula bahwa dualisme adalah paham yang memiliki ajaran bahwa segala sesuatu yang ada, bersumber dari dua hakikat atau substansi yang berdiri sendiri-sendiri. Orang yang pertama kali menggunakan konsep dualisme adalah Thomas Hyde (1700), yang mengungkapkan bahwa antara zat dan kesadaran (pikiran) yang berbeda secara subtantif. Jadi adanya segala sesuatu terdiri dari dua hal yaitu zat dan pikiran. Yang termasuk dalam aliran ini adalah Plato (427-347 SM), yang mengatakan bahwa dunia lahir adalah dunia pengalaman yang selalu berubah-ubah dan berwarna-warni. Semua itu adalah bayangan dari dunia idea. Sebagai bayangan, hakikatnya hanya tiruan dari yang asli yaitu idea. Karenanya maka dunia ini berubah-ubah dan bermacam-macam sebab hanyalah merupakan tiruan yang tidak sempurna dari idea yang sifatnya bagi dunia pengalaman. Barang-barang yang ada di dunia ini semua ada contohnya yang ideal di dunia idea sana (dunia idea).
4. Empirisme
Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang sebenarnya adalah yang diterima orang melalui persentuhan indranya dengan dunia nyata. Pengalamanlah sumber pengetahuan yang sejati. Dengan demikian aliran ini membuka jalan yang cukup luas bagi skeptisme untuk secara terus menerus mengamati obyek pengetahuan dengan kecermatan indra. Tentu saja aliran ini membantah kebenaran yang diperoleh melalui kemampuan rasio, karena bersifat tidak kongkrit, khayalan, anggapan, yang sebenarnya tidak ada.
5. Pragmatisme
Menurut pandangan aliran ini, nilai akhir dari suatu ide maupun materi adalah kegunaannya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan praktis, bukan kepada hal selain itu. Aliran ini tidak peduli terhadap bentuk dan ujud sesuatu, tetapi pada fungsi dan kegunaan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
6. Humanisme
Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku bagi kelompok-kelompok etnis tertentu. Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi dan Humanisme Sekular.

No comments:

Post a Comment